Tampilkan postingan dengan label DOWNLOAD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DOWNLOAD. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 September 2019 04.30

Download Gratis Aplikasi, Software Perpustakaan Sekolah

Kami bagikan software / aplikasi perpustakaan sekolah ini sudah lengkap. Silahkan baca selengkapnya berikut ini.

ADMINISTRATOR PERPUSTAKAAN

Staf admin (Menambah dan menentukan otorisasi staf perpustakaan Password staf perpustakaan Edit staf perpustakaan Menghapus staf perpustakaan
setting perpustakaan secara custom
Menentukan Lama Peminjaman
Menetukan Koneksi Database perpustakaan
Backup Database perpustakaan
Buka Database perpustakaan
Level Akses User
Maintenance(Mengatur user software perpustakaan dengan akses berbeda beda)

Skin/Theme Manager
Software Perpustakaan ini dilengkapi dengan skin manager sehingga tampilan program bisa diganti dan ditambah

KATALOGISASI PERPUSTAKAAN

Data Buku (Form untuk menyimpan atau penelusuran koleksi buku di perpustakaan anda), :
Entri Data Buku
Hapus Data Buku
Edit Data Buku
Data Peminjam/Anggota Perpustakaan (input data anggota atau peminjam di perpustakaan) terdiri atas :
Entry Data Peminjam
Hapus Data Peminjam
Edit Data Peminjam
PENCARIAN PERPUSTAKAAN

Pencarian Buku :Penelusuran / Pencarian buku berdasarkan kode,judul buku
Pencarian Anggota Perpustakaan : Penelusuran / Pencarian Anggota Berdasarkan Kode anggota,nama, dan alamat anggota perpustakaan

Lihat pula :
DOWNLOAD APLIKASI LENGKAP KINERJA GURU, PENILAIAN KINERJA KS, PENILADOWNLOAD APLIKASI LENGKAP KINERJA GURU, PENILAIAN KINERJA KS, PENILAIAN KINERJA WKS, PENILAIAN KINERJA PERPUSTAKAAN, PENILAIAN KINERJA LABORATURIUM/BENGKEL, PKG DAN PKB, PKG BKIAN KINERJA WKS, PENILAIAN KINERJA PERPUSTAKAAN, PENILAIAN KINERJA LABORATURIUM/BENGKEL, PKG DAN PKB, PKG BK
Download Aplikasi Lengkap Kinerja Guru, Penilaian Kinerja KS, Penilaian Kinerja WKS, Penilaian Kinerja Perpustakaan, Penilaian Kinerja Labo...
Aplikasi Penilaian Harian, PTS, Rapor K13 SMP
Sertifikat Elektronik Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LP2KSPS)
TRANSAKSI PERPUSTAKAAN

Transaksi Peminjaman Buku :
Melakukan Transaksi Peminjaman buku dengan cara yang mudah dan gampang untuk diguanakan, dan didesain seefisian mungkin untuk mengatisipasi apabila terjadi antrian yang panjang
Transaksi Pengembalian Buku : Transaksi Pengembalian Buku Perpustakaan dilakukan dengan pengembalian semua atau sebahagian.
KETERLAMBATAN/DENDA

software perpustakaan ini dilengkapi dengan fitur untuk mengetahui keterlambatan pengembalian buku. Jika peminjam buku perpustakaan telat mengembalikan ,maka software perpustakaan ini akan secara otomatis menjumlah denda yang telah di set pada masing2 buku, ingat masing2 buku mempunyai harga denda yang berbeda – beda, sedangkan untuk dendanya adalah jumlah terlambat(hari) x Denda Pada Buku Tersebut
LAPORAN

Data Anggota perpustakaan
Diurutkan Berdasarkan Kode Anggota perpustakaan
Diurutkan Berdasarkan Nama Anggota perpustakaan
Data Buku
Data Peminjam
Keterlambatan
Denda
Buku yang sedang dipinjam
Demikian untuk Aplikasi perputakaan sekolah yang bisa digunakan untuk umum dan pribadi. Oya untuk penggunaan software perpustakaan ini sangat mudah dan siapa saja yang betul familiar akan cepat bisa.

Untuk pembelian langsung hubungi kami lewat WhatsApp atau Telepon. Jika ingin mencoba versi trial cek di di bawah ini.
Silahkan...
Demikianlah terkait dengan software / aplikasi perpustakaan sekolah. Semoga membantu para pembaca semuanya.

Selasa, 14 Mei 2019 00.52

Download Kumpulan Buku Cerita Anak yang ada di Perpustakaan Sekolah

Buku atau kitab merupakan jendela ilmu, membaca adalah kuncinya. Buku merupakan kumpulan kertas atau bahan lainnya yang distuakan dengan cara dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan bertulisan, gambar, atau tempelan. Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut sebuah halaman.

Manfaat membaca buku dalam dunia kehidupan, yaitu dapat :
  1. Dapat menstimukasi mental
  2. Dapat mengurangi Stres
  3. memambah wawasan dan pengetahuan
  4. menambah kosakata
  5. meningkatkan kualitas memori
  6. melatih keterampilan untuk berfikir dan menganalisa
  7. meningatkan fokus dan kionsentrasi
  8. melatih untuk dapat melatih menulis dengan baik
  9. memperluas pemikiran seseorang
  10. meningkatkan hubungan sosial
  11. membantu mencegah penurunan fungsi kognitif
  12. meningkatkan empati seseorang
  13. mendorong tujuan hidup seseorang
  14. membantu kita terhubung dengan dunia luar
  15. dapat lebih berhemat

Ada tiga kategori buku yang harus ada diperpustakaan sekolah. Yaitu Buku Bacaan Fiksi dan Buku Bacaan Non Fiksi, serta Buku Bacaan Ilmiah. Hal ini berbeda dengan Buku Perpustakaan yang ada ditempat umum bukan perpustakaan sekolah atau satuan pendidikan. (Suwarno (2011: 60) menyebutkan bahwa terdapat 2 jenis koleksi buku yang ada di perpustakaan sekolah secara umum.)

Download Buku Bacaan di bawah ini.

Download Buku Bacaan 

Demikianlah buku-buku cerita yang tersedia di perpustakaan sekolah.

Jumat, 08 Maret 2019 00.19

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Sekolah Dasar Tahun 2019, Juknis Kids Atletik 2019

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Sekolah Dasar Tahun 2019, Juknis Kids Atletik 2019, JUKNIS O2SN 2019

Juknis O2SN Tahun 2019 SD, https://perpustakaanguru.blogspot.com/
Juknis O2SN Tahun 2019 SD
O2SN-XII SD TAHUN 2019
ADA 6 (ENAM) CABANG OLAH RAGA YANG DIPERLOMBAKAN/DIPERTANDINGKAN, yakni meliputi :

1. Kids Atletics (Atletik)
2. Senam
3. Renang
4. Bulu Tangkis
5.Pencak Silat
6. Karate
Lihat gambar derikut ini.
Cabang Olahraga yang dipertandingkan pada O2SN SD XII Tahun 2019, https://perpustakaanguru.blogspot.com/
Cabang Olahraga yang dipertandingkan pada O2SN SD XII Tahun 2019
PESERTA, OFISIAL, DAN PELATIH O2SN SD XII TAHUN 2019
Jumlah peserta, ofisial, dan pelatih untuk provinsi
peserta, ofisial, dan pelatih untuk provinsi, https://perpustakaanguru.blogspot.com/
peserta, ofisial, dan pelatih untuk provinsi
Pertandingan/Perlombaan O2SN XII SD Tahun 2019
Selengkapnya silahkan perhatikan tayangan berikut ini.

Petunjuk Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional XII SD Tahun 2019 atau Juknis O2SN XII Sekolah Dasar 2019 yakni meliputi hal-hal pokok yang berkaitan dengan kegiatan penyelenggaraan pelaksanaan. Sedang kan hal-hal teknis akan diterangkan atau akan dijelaskan pada saat pelaksanaan teknis.

Silahkan lihat :
Formulir Pendaftaran. Biodata Peserta OSN, O2SN, FLS2N dan Contoh Surat Tugas Pembimbing, Pelatih, Ofisial
Buku petunjuk ini dapat menjadi acuan bagi para peserta, pelatih dan ofisial pada kegiatan O2SN-XII SD Tahun 2019, sehingga pelaksanaan kegiatan ini dapat berlangsung sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar.

Senin, 14 Januari 2019 04.25

DOWNLOAD KUMPULAN CERPEN & DONGENG MINUMAN NUSANTARA

DOWNLOAD KUMPULAN CERPEN & DONGENG MINUMAN NUSANTARA


Sejak tahun 2016, Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melaksanakan kegiatan penyediaan buku bacaan. Ada tiga tujuan penting kegiatan ini, yaitu meningkatkan budaya literasi bacatulis, mengingkatkan kemahiran berbahasa Indonesia, dan mengenalkan kebinekaan Indonesia kepada peserta didik di sekolah dan warga masyarakat Indonesia.

Untuk tahun 2016, kegiatan penyediaan buku ini dilakukan dengan menulis ulang dan menerbitkan cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia yang pernah ditulis oleh sejumlah peneliti dan penyuluh bahasa di Badan Bahasa. Tulis-ulang dan penerbitan kembali buku-buku cerita rakyat ini melalui dua tahap penting. Pertama, penilaian kualitas bahasa dan cerita, penyuntingan, ilustrasi, dan pengatakan. Ini dilakukan oleh satu tim yang dibentuk oleh Badan Bahasa yang terdiri atas ahli bahasa, sastrawan, illustrator buku, dan tenaga pengatak. Kedua, setelah selesai dinilai dan disunting, cerita rakyat tersebut disampaikan ke Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk dinilai kelaikannya sebagai bahan bacaan bagi siswa berdasarkan usia dan tingkat pendidikan. Dari dua tahap penilaian tersebut, didapatkan 165 buku cerita rakyat.

Naskah siap cetak dari 165 buku yang disediakan tahun 2016 telah diserahkan ke Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk selanjutnya diharapkan bisa dicetak dan dibagikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Selain itu, 28 dari 165 buku cerita rakyat tersebut juga telah dipilih oleh Sekretariat Presiden, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, untuk
diterbitkan dalam Edisi Khusus Presiden dan dibagikan kepada siswa dan masyarakat pegiat literasi.

Baca juga :
KUMPULAN BUKU CERITA UNTUK ANAK KOLEKSI PERPUSTAKAAN
PROPOSAL USBN SD/MI TAHUN PELAJARAN 2018/2019
GAJI GURU HONORER SEKOLAH DIAMBIL DARI DANA BOS SESUAI PERMENDIKBUD RI NOMOR 8 TAHUN 2017
Untuk tahun 2017, penyediaan buku dengan tiga tujuan di atas dilakukan melalui sayembara dengan mengundang para penulis dari berbagai latar belakang. Buku hasil sayembara tersebut adalah cerita rakyat, budaya kuliner, arsitektur tradisional, lanskap perubahan sosial masyarakat desa dan kota, serta tokoh lokal dan nasional. Setelah melalui dua tahap penilaian, baik dari Badan Bahasa maupun dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan, ada 117 buku yang layak digunakan sebagai bahan bacaan untuk peserta didik di sekolah dan di komunitas pegiat literasi. Jadi, total bacaan yang telah disediakan dalam tahun ini adalah 282 buku.

Penyediaan buku yang mengusung tiga tujuan di atas diharapkan menjadi pemantik bagi anak sekolah, pegiat literasi, dan warga masyarakat untuk meningkatkan kemampuan literasi baca-tulis dan kemahiran berbahasa Indonesia. Selain itu, dengan membaca buku ini, siswa dan pegiat literasi diharapkan mengenali dan mengapresiasi kebinekaan sebagai kekayaan kebudayaan bangsa kita yang perlu dan harus dirawat untuk kemajuan Indonesia. Selamat berliterasi baca-tulis!
Jakarta, Desember 2017

DAFTAR ISI


Buku nonteks pelajaran ini telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang, Kemendikbud Nomor: 9722/H3.3/PB/2017 tanggal 3 Oktober 2017 tentang Penetapan Buku Pengayaan Pengetahuan dan Buku Pengayaan Kepribadian sebagai Buku Nonteks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan sebagai Sumber Belajar pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kamis, 03 Januari 2019 10.27

DOWNLOAD GRATIS 115 JUDUL KOLEKSI / KUMPULAN BUKU CERITA ANAK DAN REMAJA

DOWNLOAD GRATIS 115 JUDUL KOLEKSI / KUMPULAN BUKU CERITA ANAK DAN REMAJA

Buku Cerita Anak SD Judul Berkarung Terperdaya-https://perpustakaanguru.blogspot.com/
Buku Cerita Anak SD Judul Berkarung Terperdaya
Kumpulan Buku-Buku yang kami bagikan ini merupakan buku-buku penunjang dalam program Gerakan LITERASI Sekolah (GLS) untuk di SEkolah Dasar.

Selain judul Buku Bacaan Di Atas kami menyajikan lagi sebanyak lebih kurang 115 buah judul buku. Buku-Buku Bacaan di bawah ini yang dapat dimiliki oleh siapa saja yang memerlukannya, dengan tujuan sebagai koleksi Perpustakaan di Sekolah.


Silahkan Unduh/Download sesuai judul yang akan diminutai.


  1. Download Buku Cerita Anak SD Judul Berkarung Terperdaya
  2. Burung Ajaib
  3. Cerita dari Tanah Papua
  4. Kisah Dua Putri dan Si Raja Ular
  5. Pak Belalang
  6. Dibalik Derita Si Boru Tombaga
  7. Gatotkaca Satria dari Pringgadani
  8. Jaka Prabangkara
  9. Kain Tenun dan Putra Mahkota
  10. Kesaktian Indra Maulana
  11. Pangeran Saputra
  12. Penunggu Sungai Kapuas
  13. Sari Gading
  14. Si Kodok Kata Malem, Baik Budi Penawan Hati
  15. Tombak Si Bagas Marhusor
  16. Nome
  17. Cerita Datuk Temiang Belah
  18. Karena Berebut Kelekak
  19. Ular Hitam Bukit Tenganan
  20. Pertarungan Sultan Maulana Hasanuddin
  21. Sumur Keramat Jati Herang
  22. Kamanippah Leluhur Orang Enggano
  23. Sang Piatu Menjadi Raja
  24. Asal Usul Nama Kecamatan Bantul
  25. Pangeran Purbaya dan Raksasa Jin Sepanjang
  26. Petualangan Baron Sakender
  27. Darman dan Darmin
  28. Dalem Boncel
  29. Kisah Dewi Samboja
  30. Nyi Rengganis dan Taman Banjarsari
  31. Si Buncir
  32. Si Kabayan
  33. Legenda Datuk Marsam Sang Belalang Kunyit
  34. Legenda Bukit Perak
  35. Banterang Surati
  36. Cinta di Pulau Mandangin
  37. Joko Dolog
  38. Kesatria yang Rendah Hati
  39. Asal Usul Burung Hantu
  40. Raja Sinadin
  41. Seri Genteng
  42. Asal-Usul Nama Kampung Uka-Uka
  43. Asal Mula Kotabaru
  44. Kisah Datu Diyang
  45. Kisah Datu Pemberani
  46. Legenda Telaga Alam Banyu Batuah
  47. Aki Balak
  48. Putri Kumalasari
  49. Bukit Batu Suli
  50. Nyai Balau
  51. Nyai Undang Ratu Rupawan dari Kupang
  52. Aji Batara Agung
  53. Kisah Si Pego
  54. Puan dan Si Taddung
  55. Asal Mula Penamaan Pulau Matang dan Pulau Karas
  56. Jenang Perkasa
  57. Meriam Tegak
  58. Naga Emas Danau Ranau
  59. Si Anak Emas Radin Jambat
  60. Cerita Si Dayang Rindu
  61. Air Mata Cilubintang
  62. Buaya Learisa Kayeli
  63. Cerita Persahabatan Pulau Haruku
  64. Putri Tujuh
  65. Misteri Pulau Imam
  66. Gong Robek yang Bertuah
  67. Ana Halo
  68. Asal Mula Desa Golo Nggelang
  69. Kakak Beradik Tange dan Berei
  70. Cendrawasih Si Burung Bidadari
  71. Kisah Marga Sani dan Mayor
  72. Biawak Zege
  73. Kurabesi
  74. Manik Manik Sakti dari Pohon Ngoi
  75. Siriway Warry
  76. Terjadinya Kampung Tablanusu
  77. Buah Ajaib
  78. Kampung Tarondam
  79. Kisah Burung Udang dengan Ikan Toman
  80. Mutiara dari Indragiri
  81. Si Bungsu
  82. Panglima To Dilaling
  83. Samba Paria
  84. Tobara dari Bone Talondo
  85. Tuing-Tuing dan Panci Emas
  86. Vova Sanggayu
  87. Dauppare
  88. La Tadampareng Puang Rimanggalatung
  89. Pangeran Barasa
  90. Tiga Sekawan dan Posalia
  91. Vulenggedingo
  92. Vuyul Punsu Negunggun
  93. Putri Waeruwondo
  94. Raja Indra Pitara
  95. Teladan Si Buu Buu
  96. Ansuang Bekeng
  97. Keke Panagian
  98. Lumimuut
  99. Asal Usul Danau Maninjau
  100. Puti Baduik
  101. Kisah Tiga Pangeran
  102. Antu Banyu
  103. Langkuse dan Putri Rambut Putih
  104. Pendekar Muda Tanjung Bengkulu
  105. Tiga Dewa Pendiri Jagad Basemah
  106. Bohong Merinang
  107. Danau Laut Tador
  108. Pengembaraan Syekh Ahmad
  109. Putri Lopian

Kata Sambutan

Kebiasaan membaca dan menulis merupakan sebuah kegiatan kreatif yang perlu terus dikembangkan dan dibudayakan di kalangan para siswa. Karena kita semua tahu, penguasaan ilmu pengetahuan sejatinya lebih banyak ditentukan oleh seberapa besar minat dan kemauan seseorang dalam melakukan aktivitas membaca sekaligus menulis. Semakin banyak yang dibaca, tentulah akan semakin banyak yang diketahui dan dipahami serta semakin banyak karya yang bisa diciptakan.

Namun realitas yang kita hadapi saat ini adalah masih rendahnya kemauan dan kemampuan para siswa untuk membaca, apalagi untuk mengekpresikannya ke dalam berbagai bentuk tulisan. Padahal kemauan dan kemampuan para siswa dalam hal membaca dan menulis tentu pada gilirannya, baik secara langsung maupun tidak langsung, akan mempengaruhi kemauan dan kemampuannya dalam membaca dan menulis. Kemampuan tersebut, jika terus terasah, suatu saat akan menghasilkan suatu penghargaan dan seperti yang tercantum pada pengantar Permendikbud Nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, tertulis bahwa penumbuhan budi pekerti dapat ditumbuhkan salah satunya dengan penghargaan terhadap keunikan potensi peserta didik untuk dikembangkan, yaitu mendorong peserta didik gemar membaca dan mengembangkan minat yang sesuai dengan potensi bakatnya untuk memperluas cakrawala kehidupan di dalam mengembangkan dirinya sendiri.

Berharap dengan penghargaan dapat menumbuhkan budi pekerti pada siswa, maka diselenggarakanlah Lomba Menulis Cerita Remaja (LMCR) oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Selain itu LMCR diharapkan juga dapat menjadi sebuah daya dorong untuk memacu dan mengarahkan para siswa untuk berkompetisi menampilkan pengalaman hasil membaca untuk kemudian mengekspresikannya dalam karya tulis khususnya cerita anak. Karenanya kepada mereka yang terpilih menjadi pemenangnya diberikan berbagai penghargaan, baik dalam bentuk materi maupun nonmateri.

Buku yang kini di tangan pembaca ini merupakan 10 karya terbaik dari ajang Lomba Menulis Cerita Remaja (LMCR) tahun 2015 berdasarkan hasil penilaian objektif para dewan juri. Setelah dikumpulkan dan disunting lantas diterbitkan menjadi buku yang enak dibaca. Tujuan menerbitkan buku ini, selain merupakan upaya dokumentasi dan publikasi juga merupakan sosialisasi kepada para siswa. Diharapkan dengan membaca karya-karya rekan sejawatnya yang terdapat dalam buku ini mereka akan termotivasi untuk mengikuti Lomba Menulis Cerita Remaja (LMCR) pada masa yang akan datang. Buku ini didistribusikan ke perpustakaan-perpustakaan sekolah yang diharapkan akan ikut menambah jumlah koleksi buku-buku bacaan yang telah ada, dan dapat pula diakses naskah pemenang LMCR tahun 2011 s.d. 2014 pada laman: dikdasmen.kemdikbud.go.id. 

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah menyambut baik upaya penerbitan kumpulan tulisan karya-karya terbaik para siswa semacam ini. Diharapkan tradisi yang baik ini perlu terus dilanjutkan di masa-masa mendatang. Semoga publikasi hasil karya para siswa ini dapat menjadi pemicu dan pemacu semangat para siswa untuk terus berkarya secara kreatif dan inovatif. 

Di bawah ini merupakan BukuCerita Elektronik Bermutu yang dikeluarkan oleh Dikdasmen-Kemendikbud. Dan Buku-Buku ini merupakan Koleksi atau kumpulan hasil lomba menulis cerita yang telah diselenggarakan oleh Dirjen Dikdasmen Kemendikbud.
Direktur Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menengah

Sekretaris Direktorat Jenderal,

Buku Elektronik Antologi Cerpen LMCR 2015-https://perpustakaanguru.blogspot.com/
Buku Elektronik Antologi Cerpen LMCR 2015
Inilah Buku-Buku yang dapat dimiliki secara gratis. Silahkan download sesuai yang diminati.
1. Buku Elektronik Cerita Remaja hasil LRCM Tahun 2015 Jenjang SMP/MTs.

Buku ini merupakan antologi cerita pendek para pemenang Lomba Menulis Cerita (LMC) siswa SMP/MTs tahun 2015. Buku memuat 10 naskah cerita.


Kumpulan Cerita Anak-anak Hasil LMCR 2015-https://perpustakaanguru.blogspot.com/
Kumpulan Cerita Anak-anak Hasil LMCR 2015

Pengantar Sastrawan 

Membaca dan Menulis
Bekal Hari Depan Anak Bangsa
Oleh Taufiq Ismail

Pada tahun 2015, diadakan lagi Lomba Menulis Cerita Tingkat Sekolah Dasar (LMC-SD), yang diikuti peserta-peserta dari seluruh Indonesia. Entusiasme 1.002 siswa dari 29 provinsi yang mengikuti lomba ini sangat menggembirakan. Yang bertugas menilai dua tingkat Dewan Juri. Seleksi awal dalam 2 tahap oleh 6 anggota juri (Daniel Hariman Jacob, M. Hum., Yanusa Nugroho, SS, Rosidah Erowati, M. Hum., Fatin Hamama, Chairil Gibran Ramadhan, SS dan Dr. Ganjar Harimansyah, M. Hum sebagai ketua). Penilaian tahap final oleh 5 anggota juri (Joni Ariadinata, S. Pd., Dr. M. Yoesoef, M. Hum., Dr. Abdul Wachid, BS, M.Hum., Nenden Lilis Aisyah, M. Pd, dan Taufiq Ismail sebagai ketua).

Pertimbangan penilaian Dewan Juri melalui 3 kriteria yaitu kesesuaian tema, kekuatan cerita dan keunggulan bahasa. Di tahap terakhir juri mendapat kesempatan berdialog dengan siswa finalis, dan
mendiskusikan isi karangan mereka. Tanya jawab dengan siswa berumur 10-13 tahun ini merupakan pengalaman sangat berharga bagi juri, yang biasanya bertugas menilai peserta lomba menulis umur mahasiswa atau dewasa.

Akhirnya 10 finalis ditentukan, yang nama-nama, judul karangan dan asal sekolah dapat dibaca dalam Keputusan Dewan Juri. Karya pemenang dihimpun dalam buku ini. Judul kumpulan 10 cerita pemenang ini, “Mencari Ujung Pelangi”, diambilkan dari judul pemenang nomor satu Kalyana Adzhara, siswa SD Sekolah Alam Bogor. Kesepuluh karya pemenang ini sungguh menggembirakan.

Seluruh finalis suka membaca buku. Ada yang memakai fasilitas perpustakaan sekolah, tapi terbanyak dari kumpulan pribadi. Kita tentu berharap prestasi mereka berlanjut ke tingkat SMP, SMA dan seterusnya ke Perguruan Tinggi. Tetapi situasi pengajaran bahasa dan sastra di masa kini masih saja berat ke arah tata-bahasa.

Di SD diajarkan awalan-sisipan-akhiran. Di SMP awalan-sisipanakhiran. Kemudian definisi ini-itu. DI SMA lagi-lagi awalan-sisipanakhiran. Ditambah definisi ini-itu. Apakah itu fonem? Apakah itu majas? Beri tiga contoh. Kalau dilakukan survei ke sekolah-sekolah itu tentang apa pelajaran yang paling membosankan, maka mereka akan bersorak: pengajaran Bahasa Indonesia!

Kecintaan membaca buku tidak ditanamkan dengan semestinya. Padahal ciri sekolah di negara-negara maju adalah siswa-siswanya cinta dan ketagihan membaca buku. Buku-buku sastra tidak disediakan di perpustakaan sekolah dalam jumlah yang tepat. Kewajiban mengarang di mayoritas SMA cuma sekali setahun ketika akan naik kelas, persis seperti shalat Idulfitri.

Padahal, kalau dipetik angka dari AMS Hindia Belanda (setaraf SMA kini) tahun 1930-an 1940-an dahulu, maka kita temukan: 1) kewajiban membaca buku sastra 25 buku dalam 3 tahun, yaitu 9 di tahun pertama, 8 tahun kedua, 8 tahun ketiga, 2) kewajiban menulis 1 karangan seminggu, 18 karangan satu semester, 36 karangan setahun, 108 karangan dalam waktu 3 tahun.

Ketika tamat AMS siswa sebelum Indonesia merdeka itu telah membaca 25 buku sastra dan menulis 108 karangan dalam masa sekolah 3 tahun. Generasi cerdas itulah yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia: Sukarno, Hatta, Agus Salim, Sutan Syahrir, Tan Malaka, Syafrudin Prawiranegara, Muhammad Yamin, Sumitro Djojohadikusumo, Ali Sastroamidjojo dan seterusnya, dan seterusnya. Cerdas dan hebat sekali. Sekarang di SMA kita siswa membaca 0 (nol) buku sastra. Maksudnya?

Mereka cuma diarahkan membaca ringkasan supaya bisa lulus ujian. Yang ditanyakan dalam ujian akhir adalah misalnya “Salah Asuhan” karya siapa? Chairil Anwar lahir tahun berapa? Apa tema novel “Tak Putus Dirundung Malang”? Siswa-siswa tidak menikmati membaca karya sastra, karena fasilitas buku sangat minim.

Siswa tidak dibimbing mengarang secara semestinya. Mereka dilepas menulis secara bebas. Tuntunan tidak diberikan. Di zaman penjajahan siswa dituntun menulis setiap minggu, sehingga ketika tamat AMS mereka menulis 108 karangan. Hebat sekali. Sekarang di zaman sudah merdeka 71 tahun ini, siswa SMA cuma dibimbing mengarang 3-5 karangan setahun (di SMA favorit). Tapi di 25.597 SMA dan SMK kita, kewajiban mengarang cuma setahun sekali saja ketika akan naik kelas, mirip shalat Idulfitri.

Apa sebab terjadinya malapetaka ini? Sehabis pengakuan kedaulatan RI, sesudah 4 tahun revolusi, pada tahun 1950 arah pendidikan kita adalah memproduksi tenaga-tenaga ahli pembangunan fisik seperti jalan raya, bangunan, sekolah, jembatan, pasar, rumah sakit dan semacamnya. Tenaga insinyur, dokter dan ekonom sangat dipentingkan. Orangtua ingin anak-anak mereka jadi insinyur, dokter dan ahli ekonomi.

Akibatnya dalam silabus sekolah, kewajiban membaca buku 25 judul dalam 3 tahun dicoret. Tugas membaca dianggap menghabiskan waktu siswa. Kewajiban menulis satu karangan seminggu dihapus, sehingga siswa tidak lagi dibimbing menulis 108 karangan dalam 3 tahun. Yang penting siswa harus pintar menjawab soal-soal fisika, kimia, goniometri, stereometri, ilmu pasti dan hafal dalil-dalil ilmu ekonomi.


Inilah dalam dunia pendidikan, khususnya pengajaran bahasa dan astra, persoalan sangat berat yang kita hadapi. Menteri Anies Baswedan mewajibkan siswa SMA membaca buku 15 menit sebelum kelas dimulai. Ini langkah awal yang bagus sekali. Lomba Menulis Cerita Tingkat Sekolah Dasar (LMC-SD) ini, yang sudah dilakukan beberapa kali, adalah ikhtiar menanamkan bibit kemampuan menulis untuk siswa yang harus dilakukan terus-menerus. Kami para sastrawan, yang sudah sejak 1996 telah melakukan 9 kegiatan membawa sastra ke sekolah, sangat menyokong kegiatan ini.

2. Buku Elektronik Cerita Anak-anak Hasil Lomba LMCA SD/MI 2015

Buku ini merupakan antologi cerita pendek para pemenang Lomba Menulis Cerita (LMC) siswa SD/MI tahun 2015. Buku memuat 10 naskah cerita.
"Mencari Ujung Pelangi"Silahkan Download/Unduh dokumen, di sini.

Demikian Koleksi / Kumpulan dari beberapa Buku Cerita Anak dan Cerita Remaja yang dapat kami simpan secabagi dokumen dan layak semuanya untuk di baca.

Jumat, 28 Desember 2018 16.13

DOWNLOAD PROTA DAN PROGRAM SEMESTER PRAKARYA K13 KELAS 7 SMP/MTS REVISI TERBARU


PROGRAM TAHUNAN
Silahkan Download Program Tahunan SMP/MTs Kurikulum 2013 Kelas VII Semester 1 dan 2 di bawah ini


PROGRAM SEMESTER

Silahkan download filenya PROMES PRAKARYA SMP/MTS Kelas VII Semester 1 dan 2 Kurikulum 2013 di bawah ini.

Demikianlah yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini.
Semoga bermanfaat.

Selasa, 25 Desember 2018 17.38

Download Permendikbud Nomor 21 Tentang Standar Isi

Download Permendikbud Nomor 21 Tentang Standar Isi - Tingkat Kompetensi : Dalam usaha mencapai Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana telah ditetapkan untuk setiap satuan dan jenjang pendidikan, penguasaan kompetensi lulusan dikelompokkan menjadi Tingkat Kompetensi Pendidikan Dasar dan Tingkat Kompetensi Pendidikan Menengah. Tingkat  Kompetensi menunjukkan tahapan yang harus dilalui untuk mencapai kompetensi lulusan yang telah ditetapkan dalam Standar Kompetensi Lulusan. Tingkat Kompetensi merupakan kriteria capaian Kompetensi yang bersifat generik yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada setiap jenjang pendidikan dalam rangka pencapaian Standar Kompetensi Lulusan.  Tingkat Kompetensi dikembangkan berdasarkan kriteria; (1) Tingkat perkembangan peserta didik, (2) Kualifikasi kompetensi Indonesia, (3) Penguasaan kompetensi yang berjenjang. Selain itu Tingkat Kompetensi juga memperhatikan tingkat kerumitan/kompleksitas kompetensi, fungsi satuan pendidikan, dan keterpaduan antar jenjang yang relevan. Untuk menjamin keberlanjutan antar jenjang, Tingkat Kompetensi dimulai dari Tingkat Kompetensi Pendidikan Anak Usia Dini. Berdasarkan pertimbangan di atas, Tingkat Kompetensi dirumuskan sebagai berikut: 

Tabel 1. Tingkat Kompetensi dan Jenjang Pendidikan 


Keterangan: SDLB, SMPLB, dan SMALB yang dimaksud hanya diperuntukkan bagi tuna netra, tuna rungu, tuna daksa, dan tuna laras yang intelegensinya normal. Bloom Taxonomy yang pertama kali dikenalkan oleh sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Benjamin Bloom pada tahun 1956 dan dikembangkan lebih lanjut oleh Anderson and Krathwol pada tahun 2001 digunakan sebagai rujukan pada Standar Kompetensi Lulusan.  Bloom Taxonomy mengkategorikan capaian pembelajaran menjadi tiga domain, yaitu dimensi pengetahuan yang terkait dengan penguasaan pengetahuan, dimensi sikap yang terkait dengan penguasaan sikap dan perilaku, serta dimensi ketrampilan yang terkait dengan penguasaan ketrampilan. Dimensi pengetahuan diklasifikasikan menjadi faktual, konseptual, prosedural, serta metakognitif yang penguasaannya dimulai sejak Tingkat Pendidikan Dasar hingga Tingkat Pendidikan Menengah.  Structure of Observed Learning Outcome (SOLO) Taxonomy yang pertama kali dikembangkan oleh Biggs dan Collin (1982) dan telah diperbarui tahun 2003 digunakan sebagai dasar untuk mengelompokkan Tingkat Kompetensi untuk aspek pengetahuan. Menurut SOLO Taxonomy ada lima tahap yang dilalui oleh peserta didik untuk menguasai suatu pengetahuan, yaitu tahah pre-struktural, uni-struktural, multi-struktural, relasional dan abstrak yang diperluas. Kelima tahap ini dapat disederhanakan menjadi tiga tahap, yaitu surface knowledge, deep knowledge dan conceptual atau constructed knowledge. Tahap surface knowledge diperoleh pada Tingkat Pendidikan Dasar untuk Sekolah Dasar, tahap deep knowledge diperoleh pada Tingkat Pendidikan Dasar untuk Sekolah Menengah Pertama dan tahap conceptual/constructed knowledge diperoleh pada Tingkat  Pendidikan Menengah yaitu ada Sekolah Menengah Atas. Walaupun demikian, untuk jenis pengetahuan tertentu, ketiga tahap ini dapat dicapai dalam satu jenjang pendidikan atau dalam satu tingkat kelas. Berdasarkan Tingkat Kompetensi tersebut ditetapkan Kompetensi yang bersifat generik yang selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan Kompetensi dan ruang lingkup materi yang bersifat spesifik untuk setiap mata pelajaran. Secara hirarkis, Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan untuk menetapkan Kompetensi yang bersifat generik pada tiap Tingkat Kompetensi. Kompetensi yanag bersifat generik ini kemudian digunakan untuk menentukan kompetensi yang bersifat spesifik untuk tiap mata pelajaran. Selanjutnya, Kompetensi dan ruang lingkup materi digunakan untuk menentukan Kompetensi Dasar pada pengembangan kurikulum tingkat satuan dan jenjang pendidikan.

Permendikbud Nomor 21 Tentang Standar Isi, https://perpustakaanguru.blogspot.com/
Permendikbud Nomor 21 Tentang Standar Isi
Kompetensi yang bersifat generik mencakup 3 (tiga) ranah yakni sikap, pengetahuan dan keterampilan. Ranah sikap dipilah menjadi sikap spiritual dan sikap sosial. Pemilahan ini diperlukan untuk menekankan pentingnya keseimbangan fungsi sebagai manusia seutuhnya yang mencakup aspek spiritual dan aspek sosial sebagaimana diamanatkan dalam tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian, Kompetensi yang bersifat generik terdiri atas 4 (empat) dimensi yang merepresentasikan sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan, yang selanjutnya disebut Kompetensi Inti (KI). Setiap  Tingkat  Kompetensi  berimplikasi  terhadap  tuntutan  proses pembelajaran dan penilaian. Penjabaran Tingkat Kompetensi lebih lanjut pada setiap jenjang pendidikan sesuai pencapaiannya pada tiap kelas akan dilakukan oleh Pihak Pengembang Kurikulum. Tingkat Kompetensi yang berbeda menuntut pembelajaran dan penilaian dengan fokus dan penekanan yang berbeda pula. Semakin tinggi Tingkat Kompetensi, semakin kompleks intensitas pengalaman belajar peserta didik dan proses pembelajaran serta penilaian. 

Lihat juga :
Inilah Materi Lengkap Tentang Analisis SKL-KI-KD-IPK-Silabus Tematik SD Kurikulum 2013
Uraian revisi Kompetensi Inti untuk setiap Tingkat Kompetensi disajikan dalam tabel berikut. 

1. Tingkat Pendidikan Dasar       
(Tingkat Kelas I-VI SD/MI/SDLB/PAKET A) 


Download juga :
Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Sekolah Dasar dan Menengah
Kumpulan Kisi-Kisi, Soal dan Kunci Jawaban UKK untuk SMP/MTs Kelas VII (7), VIII (8), IX (9) Kurikulum 2013
Demikianlah informasi tentang Permendikbud Nomor 21 tahun 2016 Mengenai Standar Isi.
Diberdayakan oleh Blogger.