Tampilkan postingan dengan label DONGENG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DONGENG. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Mei 2019 00.52

Download Kumpulan Buku Cerita Anak yang ada di Perpustakaan Sekolah

Buku atau kitab merupakan jendela ilmu, membaca adalah kuncinya. Buku merupakan kumpulan kertas atau bahan lainnya yang distuakan dengan cara dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan bertulisan, gambar, atau tempelan. Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut sebuah halaman.

Manfaat membaca buku dalam dunia kehidupan, yaitu dapat :
  1. Dapat menstimukasi mental
  2. Dapat mengurangi Stres
  3. memambah wawasan dan pengetahuan
  4. menambah kosakata
  5. meningkatkan kualitas memori
  6. melatih keterampilan untuk berfikir dan menganalisa
  7. meningatkan fokus dan kionsentrasi
  8. melatih untuk dapat melatih menulis dengan baik
  9. memperluas pemikiran seseorang
  10. meningkatkan hubungan sosial
  11. membantu mencegah penurunan fungsi kognitif
  12. meningkatkan empati seseorang
  13. mendorong tujuan hidup seseorang
  14. membantu kita terhubung dengan dunia luar
  15. dapat lebih berhemat

Ada tiga kategori buku yang harus ada diperpustakaan sekolah. Yaitu Buku Bacaan Fiksi dan Buku Bacaan Non Fiksi, serta Buku Bacaan Ilmiah. Hal ini berbeda dengan Buku Perpustakaan yang ada ditempat umum bukan perpustakaan sekolah atau satuan pendidikan. (Suwarno (2011: 60) menyebutkan bahwa terdapat 2 jenis koleksi buku yang ada di perpustakaan sekolah secara umum.)

Download Buku Bacaan di bawah ini.

Download Buku Bacaan 

Demikianlah buku-buku cerita yang tersedia di perpustakaan sekolah.

Senin, 14 Januari 2019 04.25

DOWNLOAD KUMPULAN CERPEN & DONGENG MINUMAN NUSANTARA

DOWNLOAD KUMPULAN CERPEN & DONGENG MINUMAN NUSANTARA


Sejak tahun 2016, Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melaksanakan kegiatan penyediaan buku bacaan. Ada tiga tujuan penting kegiatan ini, yaitu meningkatkan budaya literasi bacatulis, mengingkatkan kemahiran berbahasa Indonesia, dan mengenalkan kebinekaan Indonesia kepada peserta didik di sekolah dan warga masyarakat Indonesia.

Untuk tahun 2016, kegiatan penyediaan buku ini dilakukan dengan menulis ulang dan menerbitkan cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia yang pernah ditulis oleh sejumlah peneliti dan penyuluh bahasa di Badan Bahasa. Tulis-ulang dan penerbitan kembali buku-buku cerita rakyat ini melalui dua tahap penting. Pertama, penilaian kualitas bahasa dan cerita, penyuntingan, ilustrasi, dan pengatakan. Ini dilakukan oleh satu tim yang dibentuk oleh Badan Bahasa yang terdiri atas ahli bahasa, sastrawan, illustrator buku, dan tenaga pengatak. Kedua, setelah selesai dinilai dan disunting, cerita rakyat tersebut disampaikan ke Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk dinilai kelaikannya sebagai bahan bacaan bagi siswa berdasarkan usia dan tingkat pendidikan. Dari dua tahap penilaian tersebut, didapatkan 165 buku cerita rakyat.

Naskah siap cetak dari 165 buku yang disediakan tahun 2016 telah diserahkan ke Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk selanjutnya diharapkan bisa dicetak dan dibagikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Selain itu, 28 dari 165 buku cerita rakyat tersebut juga telah dipilih oleh Sekretariat Presiden, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, untuk
diterbitkan dalam Edisi Khusus Presiden dan dibagikan kepada siswa dan masyarakat pegiat literasi.

Baca juga :
KUMPULAN BUKU CERITA UNTUK ANAK KOLEKSI PERPUSTAKAAN
PROPOSAL USBN SD/MI TAHUN PELAJARAN 2018/2019
GAJI GURU HONORER SEKOLAH DIAMBIL DARI DANA BOS SESUAI PERMENDIKBUD RI NOMOR 8 TAHUN 2017
Untuk tahun 2017, penyediaan buku dengan tiga tujuan di atas dilakukan melalui sayembara dengan mengundang para penulis dari berbagai latar belakang. Buku hasil sayembara tersebut adalah cerita rakyat, budaya kuliner, arsitektur tradisional, lanskap perubahan sosial masyarakat desa dan kota, serta tokoh lokal dan nasional. Setelah melalui dua tahap penilaian, baik dari Badan Bahasa maupun dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan, ada 117 buku yang layak digunakan sebagai bahan bacaan untuk peserta didik di sekolah dan di komunitas pegiat literasi. Jadi, total bacaan yang telah disediakan dalam tahun ini adalah 282 buku.

Penyediaan buku yang mengusung tiga tujuan di atas diharapkan menjadi pemantik bagi anak sekolah, pegiat literasi, dan warga masyarakat untuk meningkatkan kemampuan literasi baca-tulis dan kemahiran berbahasa Indonesia. Selain itu, dengan membaca buku ini, siswa dan pegiat literasi diharapkan mengenali dan mengapresiasi kebinekaan sebagai kekayaan kebudayaan bangsa kita yang perlu dan harus dirawat untuk kemajuan Indonesia. Selamat berliterasi baca-tulis!
Jakarta, Desember 2017

DAFTAR ISI


Buku nonteks pelajaran ini telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang, Kemendikbud Nomor: 9722/H3.3/PB/2017 tanggal 3 Oktober 2017 tentang Penetapan Buku Pengayaan Pengetahuan dan Buku Pengayaan Kepribadian sebagai Buku Nonteks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan sebagai Sumber Belajar pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sabtu, 24 November 2018 02.50

Dongeng atau Cerita Kancil dan Buaya

Kalau menulis tentang cerita atau dongeng, suka ingat kepada sang mendiang tercinta, yaitu orang nomor satu di duna fana ini dan sampai kapan pun tidaka akan terlupakan yaitu sang bunda tercinta. Kala waktu kecil, cerita yang didapat banyak sekali selain waktu di sekolah bunda pun mendongeng sebelum aku tidur. Termasuk dongeng atau cerita Sang Kancil dan Buaya, yang kami tukis ini.

Inilah kisahnya.

Ada sebuah kisah atau cerita yaitu, pada Suatu hari, ada seekor kancil sedang duduk bersantai di bawah pohon. Ia ingin menghabiskan waktu siangnya dengan menikmati suasana hujan yang asri dan sejuk. Beberapa waktu kemudian, perutnya keroncongan. Ya, kancil yang konon katanya cerdik itu lapar. Ia sedang berpikir untuk mendapatkan mentimun yang letaknya berada di seberang sungai. Tiba-tiba terdengar suara kecipak keras dari dalam sungai. Ternyata itu adalah buaya.

Baca juga :
Sangkuriang Cerita asal daerah Jawa Barat, https://perpustakaanguru.blogspot.com/
Sangkuriang Cerita asal daerah Jawa Barat
Selengkapnya ada pada laman di bawah ini.
Cerita Rakyat Jawa Barat Sangkuriang
Kancil yang cerdik itu pun punya ide jitu untuk menghilangkan rasa laparnya. Ia bangkit dari duduknya dan berjalan cepat ke arah sungai untuk menghampiri buaya. “selamat siang buaya, apakah kau sudah makan?” Tanya kancil berpura-pura. Namun buaya itu tetap diam, nampaknya ia tertidur pulas sehingga tidak menjawab pertanyaan kancil. Si kancil pun mendekat. Kini jaraknya dengan buaya hanya satu meter saja “hai bbaya, aku punya banyak daging segar. Apakah kau sudah makan siang?” Tanya kancil dengan suara yang dikeraskan. Buaya itu tiba-tiba mengibaskan ekornya di air, ia bangun dari tidurnya. “ada apa? Kau mengganggu tidurku saja” jawab buaya agak kesal. “sudah kubilang, aku punya banyak daging segar. Tapi aku malas untuk memakannya. Kau tahu bukan kalau aku tidak suka daging? Jadi aku berniat memberikan daging segar itu untukmu dan teman-temanmu” jawab kancil polos. “benarkah itu? Aku dan beberapa temanku memang belum makan siang.

Lihat :

Kumpulan Video Lomba Dongeng : Fistival Literasi SD 2018, https://perpustakaanguru.blogspot.com/
Kumpulan Video Lomba Dongeng : Fistival Literasi SD 2018
Kumpulan Video Lomba Dongeng : Festival Literasi Sekolah Dasar Tahun 2018
mari kita teruskan ceritanya,,,,,
Hari ini ikan-ikan entah pergi kemana, sehingga kami tak punya cukup makanan” jawab buaya kegirangan. “kebetulan sekali, kau tidak perlu khawatir akan kelaparan buaya. Selama kau punya teman yang baik sepertiku. Benarkan? Hehehe” ujar kancil sembari memperlihatkan deretan gigi runcingnya. “terimaksih kancil, ternyata hatimu begitu mulia. Sangat berbeda dengan apa yang dikatakan oleh teman-teman di luar sana. Mereka bilang kalau kau licik dan suka memanfaatkan keluguan temanmu untuk memenuhi segala ambisimu” jawab buaya yang polos tanpa ragu-ragu. Mendengar itu, kancil sebenarnya agak kesal. Namun, ia harus tetap terlihat baik demi mendapatkan mentimun yang banyak di seberang sungai “aku tidak mungkin sejahat itu. Biarlah. Mereka hanya belum mengenalku saja, sebab selama ini sikapku terlalu cuek dan tidak peduli dengan omong kosong seperti itu. Cerita kancil dan buaya.

Sekarang, panggilah teman-temanmu” ujar kancil. Buaya itu pun tersenyum lega, akhirnya ada jatah makan siang hari ini. “teman-teman, keluarlah. Kita punya jatah makan siang daging segar yang sangat menggoda. Kalian sangat lapar bukan?” Pekik buaya dengan suara yang sengaja dikeraskan agar teman-temannya cepat keluar. Tak lama kemudian, 8 ekor buaya yang lain pun keluar secara bersamaan. Melihat kedatangan buaya itu, kancil berkata “ayo berbaris yang rapi. Aku punya banyak daging segar untuk kalian”. Mendengar itu, 9 ekor buaya itu pun berbaris rapi di sungai. “baiklah, aku akan menghitung jumlah kalian, agar daging yang aku bagikan bisa merata dan adil” tipu kancil.

Kancil pun meloncat-loncat girang melewati 9 ekor buaya sembari berkata ‘satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tuju, delapan, dan sembilan” hingga akhirnya ia sampai di seberang sungai. 9 buaya itu berkata “mana daging segar untuk makan siang kami?”. Kancil terbahak-bahak lalu berkata “betapa bodohnya kalian, bukankah aku tak membawa sepotong pun daging segar di tangan? Itu artinya aku tak punya daging segar untuk jatah makan siang kalian. Enak saja, mana bisa kalian makan tanpa ada usaha?”. 9 ekor buaya itu pun merasa tertipu, salah satu diantara mereka berkata “akan ku balas semua perbuatanmu”. Kancil pun pergi sembari berkata “terimakasih buaya bodoh, aku pamit pergi untuk mencari mentimun yang banyak. Aku lapar sekali”.

Ilustrasi.

Sang Kansil dan Buaya, https://perpustakaanguru.blogspot.com/
Sang Kansil dan Buaya
Lihat postingan lainnya.
Inilah Kepustakaan Candi Di Jawa Barat-Tanah Pasundan
Itulah kisah atau dongen Kancil dan Buaya.
Terima kasih telah membacanya.
Diberdayakan oleh Blogger.